Modul II

MODUL II

Tujuan :
• Mahasiswa dapat memahami struktur program Pascal serta dapat mengimplementasikannya dalam kode program
• Memahami elemen-elemen pembentuk program pascal

2.1. Pengantar
Dalam Modul I Anda telah mencoba membuat program Pascal pertama Anda. Mungkin Anda bertanya ‘Mengapa harus mengetik program Pascal seperti itu ? Adakah cara lain? Apa hak dan kewajiban yang mesti dilakukan dalam membuat program Pascal ?.” Mungkin masih banyak pertanyaan lainnya yang muncul di benak kita.
Seperti kita ketahui, program Pascal diciptakan oleh Prof. Niclaus Wirth, yang dibuatnya pada tahun 1971. Dia menciptakannya untuk tujuan pembelajaran dengan berbagi tata cara permainan (aturan-aturan : syntax, semantic dan struktur program). Aturan dan struktur tersebut dibuatnya secara terstruktur. Kemudian, pada tahun 1983, perusahaan Borland Internasional merevisi laporan pascal standard yang dibuat Prof. Nicalus Wirth dan Jansen yang diberi nama Borland Turbo Pascal 1.0. Aturan dan struktur tersebut terus dikembangkan perusahaan Borland hingga akhirnya pada tahun 1993 dikeluarkannya Borland Turbo Pascal 7.0. Kita dapat bayangkan, perkembangan aturan-aturan dan struktur program pascal selama 10 tahun, meskipun banyak perubahan secara umum konteksnya sama. Aturan-aturan dan struktur tersebutlah yang mesti kita kuasai, agar kita dapat membuat program pascal yang baik. Satu hal penting yang diperhatikan bahwa turbo pascal prinsipnya upward competible (program jalan bila versi yang lebih rendah dijalankan pada versi yang lebih tinggi).
Seorang guru bahasa Inggris berkata kepada muridnya “Menguasai 16 tenses adalah salah satu cara menguasai bahasa Inggris”. Benarkah demikian ? “Menguasai struktur dan aturan program pascal adalah salah satu cara menguasai bahasa Pascal”. Kalau salah satu cara sudah kita kuasai, pasti ada cara lainnya untuk lebih menguasainya.  Bila 16 tenses telah kita hapal, tentu kita tinggal mempraktekkannya. Analoginya, bila aturan dan struktur program pascal telah kita kuasai, dengan mempraktekkanya akan lebih menguasainya. Jadi dapat kita simpulkan kunci memahami pemograman Pascal adalah baca teorinya dan langsung mempraktekkannya di depan komputer.
2.2. Struktur Program Pascal
Baiklah kita buka kembali program pascal Pertama kita, yang isinya seperti terlihat seperti di bawah ini. Nomor baris sengaja ditambah untuk lebih memudahkan pembahasan.

Gambar 2.1. Contoh Program Pascal

Kalau Anda perhatikan yang ditebali adalah keywords artinya kata – kata yang telah ditetapkan sedemikian rupa (dalam keadaan default/standard penampilannya di layar editor berwarna putih). Keywords tidak dapat dijadikan sebagai pengenal (identifier).

Program Pascal paling sederhana
Mungkin Anda bertanya ‘Bagaimana sih program pascal yang paling sederhana? ?’. Coba anda ketikkan program berikut ini di layar editor Pascal. Program Pascal yang paling sederhana seperti gambar berikut :

Gambar 2.2. Program Pascal Paling Sederhana

Bila kita menekan tombol F9 (Compile) dan selanjutnya Ctrl + F9 (Run), program tersebut di atas tidak akan menghasilkan apa-apa. Alasannya kita tidak menyuruh Pascal melakukan apa-apa. Kita hanya mengikuti aturannya saja.
Struktur program pascal terdiri atas tiga blok, yaitu : judul (heading), deklarasi (declaration) dan utama (body) seperti terlihat pada gambar 1.1

Gambar 2.3. Struktur Program Pascal
2.2. Elemen-Elemen Pembentuk Program Pascal
1. Karakter
Bila kita perhatikan bahwa elemen dasar dari pembentuk program Pascal adalah karakter. Karakter-karakter yang dapat kita gunakan adalah karakter-karakter yang berada dalam tabel ASCII (American Standard Code For Information Interchange).
Karakter-karakter dalam tabel ASCII dapat berupa :
1. Huruf A..Z , a..z
2. Anga 0..9
3. Simbol Khusus (@ # $ ^ * ( ) – + [ ] , . ; / \)
4. Spasi
5. Karakter kontrol (karakter dengan nilai ASCII di bawah 32, misalnya Tab dan Backspace)
6. Karakter ASCII tidak standar pada PC (karakter dengan nilai ASCII antara 128 hingga 255)

2. String
String merupakan rangkaian daripada karakter-karakter. Karakter-karakter yang dirangkai harus termuat di tabel ASCII. Penggunaan string harus diawali oleh tanda kutip tunggal dan diakhiri oleh tanda kutip tunggal. Bila Anda ingin memasukkan suatu kutip tunggal di dalam suatu string maka di dalam string tersebut harus termuat duabuah kutip tunggal. Maksimum string yang dapat Anda masukkan dalam suatu pengenal adalah 255 karakter. Bila lebih dari 255 karakter maka karakter ke 256 dan seterusnya akan diabaikan. Tiap karakter string memiliki index di string tersebut, sehingga bila kita tulis Nama[2], maka kita mengambil indeks yang ke dua dari Nama.
Berikut ini adalah contoh-contoh penggunaan string dalam program.

Suatu string juga bisa dirangkai dengan kontrol karakter. Kontrol karakter ini ditandai dengan lambang # diikuti oleh nomor kode ASCIInya. Berikut ini adalah contoh pemakaiannya.

Anda perhatikan bahwa kontrol karakter #13 merupakan carriage return (mengembalikan posisi kursor ke awal) sedangkan #10 adalah line-feed (Membuat baris baru). Dengan demikian hasil akhir program di atas adalah :

3. Bilangan
Bentuk bilangan yang dapat Anda masukkan dalam suatu program bisa dalam bentuk desimal, oktal maupun heksadesimal. Coba Anda perhatikan contoh berikut ini:
Symbol Bilangan Contoh
+ atau – Desimal 10
$ Heksadesimal $A

Selain daripada itu untuk bilangan berpangkat mis : 2*105 dapat Anda tuliskan di program 2E+05 atau 2E05. Berikut adalah contoh-contoh lainnya.

Contoh Keterangan
+5 Bilangan integer positip 5
5 Bilangan integer positip 5
-5 Bilangan integer negatip 5
5000 Bilangan integer 5000
5E03 Bilangan integer 5000
0.2E-06 Bilangan integer 2*10-5
1E6 Bilangan integer 2*106
$F Bilangan integer positip 15
-$F Bilangan integer negatip 15

4. Reserved Words (kata tercadang)
Pada gambar 2.3. Anda perhatikan kata yang ditulis tebal, seperti : program, uses, const, var, begin, end. Kata-kata ini merupakan kata-kata kunci (keywords). Bagi bahasa Pascal keyword-keyword ini keberadaannya mesti dijaga (tidak bisa diubah-ubah) sehingga disebut sebagai kata tercadang (reserved words).
Tabel 2.1. mendaftar kata-kata tercadang yang dapat Anda gunakan pada saat membentuk program Pascal.

Tabel 2.1. Daftar Kata-Kata Tercadang
and
asm
array
begin
case
const
constructor
destructor
div
do
downto
else
end Exports
file
for
function
goto
if
implementation
in
inherited
inline
interface
label
library mod
nil
not
object
of
or
packed
procedure
program
record
repeat
set
shl shr
string
then
to
type
unit
until
uses
var
while
with
xor

Penggunaan dari reserved word ini di dalam program Pascal telah ditentukan aturannya, sehingga aturan-aturan tersebutlah yang akan kita bahas di keseluruhan buku ini.

5. Pengenal (Identifier)
Pada program 2.1. kata Program_Kenalan_Pascal merupakan contoh pengenal. Selain pada nama program, pengenal juga dapat Anda gunakan untuk mendefenisikan suatu konstanta, variabel, prosedur, fungsi, unit, dan lain-lain. Berikut ini contoh suatu program yang banyak menggunakan pengenal .

Gambar 2.4. Penulisan Pengenal (Identifier) Dalam Kode Program Pascal
Dari contoh kode program di atas, dapat dikatakan bahwa pengenal digunakan diseluruh blok program pascal. Adapun Syarat-syarat pemberian nama suatu pengenal adalah :
7. karakter pertama harus dimulai oleh alphabet (A..Z atau z..z) atau garis bawah ( _ )
8. setelah alphabet atau garis bahwa nama pengenal dapat diikuti oleh alphabet, garis bawah
9. pengenal tidak boleh memuat karakter-karakter khusus : @ # $ ^ * ( ) – + [ ] , . ; / \
10. pengenal tidak boleh memuat spasi
11. maksimum panjang nama pengenal 63 karakter. Bila nama pengenal lebih dari 63 karakter, maka karakter 64 dan seterusnya tidak dipertimbangkan.
12. Bila pengenal lebih dari satu kata, usahakan tiap kata huruf besar. Dan usahakan nama pengenal mewakili nilai yang dikandungnya.
Contoh-contoh pengenal
Pengenal Keterangan
1Celcius Salah, karena pengenal diawali angka
Fah renheit Salah, karena pengenal memuat spasi
DerajatReamur Benar, pengenal dua kata usahakan tiap kata huruf besar
S32 Benar
_NilaiA Benar
%Bunga Salah, karena memuat karakter khusus %

Pascal merupakan case – insensitive, maksudnya bahwa program pascal tidak membedakan penulisan huruf besar maupun huruf kecil. Dengan demikian penulisan kata program, Program, PROGRAM, ataupun PrOgRam sama saja. Aturan ini berlaku bagi seluruh elemen-elemen program Pascal. Satu hal yang perlu diingkat pada saat penulisan kode program bahwa suatu saat kode program yang Anda buat akan dibaca orang lain, untuk itu usahakan penulisannya sebaik mungkin.
Kedua kode program berikut hasilnya sama. Tetapi, dalam hal gaya (style) penulisan kodenya jauh berbeda.

Gambar 2.5. Gaya (Style) Penulisan Program Pascal
6. Tipe Data
Pada gambar 2.4 baris 3 Anda perhatikan kata Integer. Kata Integer menunjukkan bahwa variabel A dan B bertipe Integer. Bila suatu pengenal bertipe Integer maka jangkauan nilainya harus antara -32768 s/d +32767. Selain dari tipe Integer masih banyak terdapat tipe-tipe data lainnya dalam pascal seperti : byte, shortint, longint, record, set, dan lain-lain.

Gambar 2.6. Tipe Data di Turbo Pascal 7.0
a. Tipe data sederhana
Tipe data sederhana adalah tipe data yang bila suatu pengenal didefenisikan dengan tipe data ini, maka pengenal teresebut hanya dapat berisi satu data.
Tipe data sederhana terbagi atas 2, yaitu :
1. tipe data ordinal
Tipe data ordinal merupakan tipe data yang urutan nilai dapat diketahui secara jelas. Misalkan tipe data Shortint dengan jangkauan nilai antara -128 .. 127 berarti nilai pengenal yang dideklarasikan dengan tipe shortint nilainya harus : -128, -127, -126, …, 127. Tiga fungsi yang biasanya dapat dipaka pada setiap tipe data ordinal adalah ORD (ordinal), PRED (Predecessor), SUCC (Successor).
Contoh : ORD (‘A’) = 65, artinya urutan huruf A di tabel ASCII
PRED(‘Z’) = Y, artinya urutan sebelum huruf Z di tabel ASCII
SUCC(‘X’) = Y, artinya urutan sesudah huruf X di tabel ASCII
i. Tipe Data Integer
Tipe data integer adalah tipe data yang hanya menampung bilangan bulat.
Tipe data Jangkauan Ukuran Di Memory
Shortint -128..127 8 bit (1 byte)
Byte 0.255 8 bit (1 byte)
Integer -32768..32767 16 bit (2 byte)
Longint -2147483648..2147483647 32 bit (4 byte)
Word 0..65635 16 bit (2 byte)

.

Dalam pendeklarasian Tipe juga Anda telah mempertimbangkan kemungkinan jangkauan terbesar dari suatu pengenal. Coba Anda perhatikan kode program berikut:

Deklarasi variabel Umur dengan tipe Longint kuranglah tepat. Kita tahu tipe longint dapat menampung data antara -2147483648..2147483647, sedangkan umur yang Anda masukkan tidak akan pernah sebesar jangkauan maksimum tipe data longint tersebut. Hal tersebut memang tidak salah, hanya KurangTepat. . Dari satu sisi dengan tipe longint Anda menggunakan memory 4 byte, sedangkan dengan tipe Byte Anda cukup memakai 1 byte memory. Bila Hal tersebut Anda lakukan sampai puluhan atau bahkan ratusan kali dalam suatu program yang komplek, dengan cepat memory Anda akan habis terpakai dengan sia-sia. 
ii. Tipe Boolean
Tipe data boolean adalah tipe data yang hanya memiliki nilai TRUE atau FALSE. Keempat tipe data boolean di bawah ini dapat Anda gunakan sesuai dengan sistem yang Anda gunakan. Misalkan kalau sistem operasi Anda tidak mendukung operasi 32 bit, maka Anda tidak dapat menggunakan tipe data LongBool. Tetapi bila sistem operasi Anda bekerja di 32 bit dan Anda memakai tipe data boolean 8 bit (Boolean), hal tersebut tidak masalah.

Tipe data Ukuran Di Memory
Boolean 8 bit (1 byte)
WordBool 16 bit (2 byte)
LongBool 32 bit (4 byte)
ByteBool 8 bit (1 byte)

iii. Tipe Enumerated
Tipe enumerated merupakan tipe data yang didefenisikan sendiri di bagian deklarasi type dan selanjutnya dapat dipakai dibagian program dibawah deklarasinya.

iv. Tipe SubRange
Tipe subrange sama seperti tipe enumerated yang juga didefenisikan di bagian deklarasi type dan selanjutnya dapat dipakai di bagian program di bawah deklarasinya.

2. Tipe data real
Untuk menampung data yang bukan bilangan bulat, kita dapat menggunakan tipe data Real. Tipe data Real juga termasuk tipe data sederhana tetapi tidak termasuk tipe data ordinal. Mengapa ? Karena tipe data real tidak dapat disebutkan secara pasti urutan dari nilainya. Kita ambil contoh 50.2, 50,21, 50,211, 50,211 dan seterusnya sampai tidak terhingga.

Tipe data Jangkauan Digit di Belakang Koma Ukuran Di Memory
Real 2.9e-39..1.7e38 11-12 48 bit (6 byte)
Single .5e-45..3.4e38 7-8 32 bit (4 byte)
Double 5.0e-324..1.7e308 15-16 64 bit (8 byte)
Extend 3.4e-4932..1.1e4932 19-20 80 bit (10 byte)
Comp -9.2e18..9.2e18 19-20 64 bit (8 byte)

7. Operator
Kasus. Misalkan kita ingin menjumlahkan dua buah bilangan bulat : A dan B. Misalkan A bernilai 5 dan B bernilai 6. Untuk menjumlahkan bilangan A dan B kita melakukannya dengan menulis A+B. A+B disebut ungkapan ataupun ekspresi, tanda + operator, A dan B disebut operand. Karena operator + menggunakan dua buah operand, maka operator + sering disebut juga operator biner (binary operator). Bila kasus 1 kita tulis di program pascal, bentuknya dapat seperti berikut :

Gambar 2.7. Program menjumlahkan dua buah bilangan

Termasuk operator apakah operator + ?. Berikut ini akan diuraikan jenis-jenis operator dalam Pascal.

a.Operator pengerjaan (assignment operator)
Bila Anda perhatikan gambar 2.4. baris 6 dan 7. terdapat ekspresi (ungkapan) sebagai berikut :
3. A:=5
4. B:=6
Tanda := disebut operator pengerjaan. Maksud dari ekspresi A:=5 adalah masukkan bilangan 5 ke pengenal A. Pengenal A dideklarasikan di bagian var, maka pengenal A disebut juga variabel A.

b. Operator aritmatika
Operator aritmatika merupakan operator yang digunakan untuk melakukan penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.

Operator
Tipe Data Hasil
+ (Penjumlahan) Integer + Integer
Integer + Real
Real + Real Integer
Real
Real
– (Pengurangan) Integer – Integer
Integer – Real
Real – Integer
Real – Real Integer
Salah
Benar
Real
* (Perkalian) Integer * Integer
Integer * Real
Real * Real Integer
Real
Real
/ (Pembagian) Integer / Integer
Integer / Real
Real / Real Real
Real
Real
Div (Pembagian Bulat) Integer Div Integer Integer
Mod (Sisa Bagi) Integer Mod Integer Integer

c.Operator relasional
Kasus. Misalkan anda disuruh membuat program menentukan pelamar lulus masuk PNS atau tidak. Syarat masuk PNS harus berumur minimal 17 tahun. Berarti tahun sekarang dikurangi tahun lahir peserta harus lebih besar atau sama dengan 17 tahun. Bila hal ini dipenuhi maka Dia berhak masuk PNS dan bila tidak dipenuhi dia tidak berhak masuk PNS. Bagaimana caranya kita menyatakan hal tersebut di program Pascal? Coba Anda perhatikan kode program Pascal berikut ini:

Gambar 2.8. Contoh Program Penggunaan Operator Relasional

Pernyataan if Umur >= 7 Then merupakan suatu pernyataan bersyarakat. Pernyataan tersebut dapat kita terjemahkan ‘jika umur lebih besar atau sama dengan 17 maka’. Ekspresi Umur>=17 menggunakan operator >=. Operator >= inilah yang disebut dengan operator relasional. Dari pernyataan tersebut juga kita lihat operator >= menggunakan dua buah operand maka operator tersebut juga operator biner.

Operator Tipe Data Hasil
= (sama dengan) Kedua operand harus bertipe sama True/False
(Lebih besar dari) Kedua operand harus bertipe sama True/False
= (Lebih besar dari atau sama dengan) Kedua operand harus bertipe sama True/False

d.Operator Bitwise
Kasus. Berapakah hasil bila angka 65 di OR kan dengan angka 32. Untuk menyelesaikan kasus tersebut, terlebih dahulu kita mesti mengetahui representasi dari angka-angka di memory. Suatu angka di memory direpresentasikan dengan bit-bit.
Operator bitwise merupakan operator yang berhubungan dengan bit-bit dari suatu pengenal yang bertipe integer. Perlu Anda ketahui bahwa representasi dari suatu tipe integer menggunakan susunan 16 bit. Coba Anda perhatikan gambar berikut :
Most Significant Bit (Bit paling berpengaruh) Less Significant Bit (bit paling kecil pengaruhnya)

15
14 13 12 11 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 0
32768 16384 8192 4096 2048 1024 512 256 128 64 32 16 8 4 2 1
215 214 213 212 211 210 29 28 27 26 25 24 23 22 21 20

Misalkan kita ambil contoh representasi angka 65 dalam bit-bit.
15 14 13 12 11 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 0
0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1

0000000001000001(2) = 1* 20 + 0*21 + 0 * 22 + 0 * 23 + 0 * 24 + 0 * 25 + 1 * 26
= 1 + 0 + 0 + 0 + 0 + 0 + 64
= 65

Representasi Angka 32 dalam bit-bit
15 14 13 12 11 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 0
0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0

Bila Angka 65 kita OR kan dengan angka 32, maka hasilnya

15 14 13 12 11 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 0
0 0 0 0 0 0 0 0 0 1
0
0
0
0
0
1

OR
0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0
Hasil
0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 1

Hasil :
0000000001100001(2) = 1* 20 + 0*21 + 0 * 22 + 0 * 23 + 0 * 24 + 1 * 25 + 1 * 26
= 1 + 0 + 0 + 0 + 0 + 32 + 64
= 97
Pembandingan bit-bit dari suatu angka berdasarkan pada tabel berikut ini :

Tabel Bitwise OR
Bit A Bit B Bit A Or B
1 1 1
1 0 1
0 1 1
0 0 1
Tabel Bitwise AND
Bit A Bit B Bit A And B
1 1 1
1 0 0
0 1 0
0 0 0

Tabel Bitwise XOR
Bit A Bit B Bit A Xor B
1 1 0
1 0 1
0 1 1
0 0 0

Tabel Bitwise Not
Bit A Not A
1 0
0 1

Bila kasus di atas kita terapkan di program Pascal, bentuknya dapat seperti berikut ini :

Gambar 2.7. Program Operasi Bit Dengan Operator OR

Selain operator OR, AND dan XOR, untuk operasi Bit pascal juga menyediakan operator pergeseran bit, yaitu : SHR (Shift Right/Geser Kekanan) dengan operator >> dan SHL (Shift Left/Geser Kekiri) dengan operator 2.0. Misalkan kita ambil contoh dengan data mahasiswa berikut:
No Cek Syarat Keterangan
1 Nama Eri Rianto Sembiring Bisa Wisuda
Jurusan Teknik Informatika
KKN Ya TRUE
IPK 2,5 TRUE
2 Nama Ahmad Belum Bisa Wisuda
Jurusan Komputer Akuntansi
KKN Tidak FALSE
IPK 2,1 TRUE
3 Nama Julian Belum Bisa Wisuda
Jurusan Sistem Informasi
KKN Ya TRUE
IPK 1,9 FALSE
4 Nama Aprillia Belum Bisa Wisuda
Jurusan Sistem Informasi
KKN Tidak FALSE
IPK 1,5 FALSE

Dari Kasus, kedua syarat harus dipenuhi. Dengan demikian, operator logika yang tepat digunakan adalah AND. Berdasarkan tabel operator logika AND di atas, maka pernyataan akan benar bila seluruh kondisi bernilai benar (seperti contoh no.1). Bila salah satu saja kondisi salah, maka pernyataan salah. Berikut adalah cara menuliskan kasus tersebut kedalam kode program Pascal.

Gambar 2.10. Penggunaan Operator Logika AND

f. Operator Set (Himpunan)
Set merupakan himpunan dari karakter-karakter yang termuat dalam tabel ASCII. Himpunan karakter yang termuat dalam tabel ASCII sebanyak 256, dengan demikian banyaknya anggota himpunan dari suatu set adalah 256.
Berikut operator-operator yang dapat diberikan pada saat melakukan operasi terhadap data set.
Operator Keterangan
In Menyeleleksi keanggotaan set
+ Menggabungkan dua buah set
– Mengurangkan dua buah set
* Perkalian dua buah set
= Superset (super himpunan dari)
= Kesamaan himpunan
Ketitdaksamaan himpunan

Operasi Set di Pascal sama dengan operasi himpunan di matematika. Berikut adalah diagram Ven yang menggambarkan hubungan dua buah himpunan, yaitu A dan B. Himpunan A adalah himpunan 5 bilangan prima pertama. Himpunan B adalah himpunan bilangan bulat positip dari 0 s/d 9. Bila kedua himpunan tersebut kita tulis dengan cara mendaftar, maka hasilnya seperti berikut ini :

A = {2,3,7,11,13}
B = {0,1,2,3,4,5,6,7,8,9}

Dalam Matematika terdapat operasi himpunan seperti : penggabungan, irisan dan pengurangan.
Dari gambar di atas, operasi-operasi tersebut dapat dituliskan :
A U B = {0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,11,13}
A ∩ B = {2,3,7}
A – B = {0,1,4,5,6,8,9}
B – A = {11,13}
Bila operasi-operasi himpunan tersebut kita tulis dalam kode program Pascal bentuknya dapat seperti berikut:

Gambar 2.11. Program Operasi Set (Himpunan) Pada Program Pascal

operator set IN digunakan untuk menguji keanggotaan dari suatu Set. Misalkan kita ingin menguji suatu tombol keyboard yang kita ketikkan apakah Angka atau tidak, maka bentuknya dapat seperti kode berikut.

Gambar 2.12. Program Keanggotaan Set Dengan Operator IN

g. Operator Alamat
Operator pointer merupakan operator yang digunakan untuk mengakses alamat dan isi dari suatu pengenal pointer. Operator yang berhubungan dengan pointer adalah:
Operator Keterangan
@ Alamat dari suatu pengenal pointer di memory
^ Isi dari pengenal pointer
= Kesamaan alamat
Ketidak samaan alamat
– Pengurangan alamat
+ Penjumlahan alamat

Misalkan Anda ingin mengetahui alamat variabel pekerjaan yang bertipe pointer di memory, berikut ini adalah kode programnya.

Gambar 2.13. Program Mendapatkan Alamat Suatu Variabel di Memory

h. Operator String
Untuk menggabungkan dua atau lebih string digunakan operator + (tambah). Anda perhatikan kode program berikut ini:

Urutan Pengerjaan Operator
Bila dalam kode program Pascal Anda terdapat banyak operator, maka Pascal telah mengatur prioritas pengerjaan suatu statement. Coba Anda perhatikan kode program berikut ini :

Berapakah hasil dari program di atas ? Coba kita perhatikan statement-statement program di atas.
A=5;
B =6;
C = A+ B * 10
C = 5 + 6 * 10
C = 5 + 60
C = 56
Ternyata operator + dikerjakan terakhir oleh Pascal. Bagaimana halnya seandainya kita menginginkan agar operator + tersebut dikerjakan terlebih dahulu daripada operator *. Caranya adalah dengan menutup ekspresi A + B dengan tanda kurung, sehingga kode program Pascalnya dapat seperti berikut ini.

Coba Anda jalankan kembali program ini. Berapakah hasilnya ? Bila hasilnya adalah 110, maka urutan pengerjaan dari ekspresi di atas telah benar.

Berikut ini adalah prioritas pengerjaan operator-operator dalam Pascal bila tidak dilakukan perubahan di dalam program.

Operator Prioritas
@ Not ^ 1
* / and Div Mod 2
= > >=

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: